Kim Mau Batalkan Pertemuan dengan Trump?
JawaPos.com - Tiga minggu sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika Serikat (AS)-Korea Utara (Korut), Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In pada Selasa, (22/5), waktu setempat. Para pejabat AS mencoba untuk mencari tahu apakah Pyongyang serius merundingkan kesepakatan denuklirisasi.
Seperti dilansir Reuters, kunjungan Moon ke Gedung Putih awalnya diatur sebagai pertemuan untuk menyempurnakan strategi bersama menghadapi Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un. Namun, akan ada sesi lain usai Pyongyang pekan lalu mengancam akan menarik diri dari pertemuan pada 12 Juni yang direncanakan di Singapura.
Pemerintah Moon berupaya untuk melanjutkan dialog dengan Korut dan menunjukkan antusiasiasme mengenai pertemuannya dengan Kim. Trump juga masih mau bertemu dengan Kim.

Namun Gedung Putih tertangkap basah ketika melakukan latihan tempur dengan Korsel. Korut langsung berang dan menangguhkan pembicaraan kedua Korea dan meragukan KTT dengan Trump.
Trump bersikeras dia tetap berkomitmen untuk KTT. Ia juga pernah berkata KTT mungkin tidak terjadi jika itu tampak seperti kesepakatan yang tidak mungkin.
Dua kunjungan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo selama dua bulan terakhir tampaknya gagal menghasilkan banyak kejelasan tentang niat Kim. Beberapa orang di pemerintahan AS juga khawatir Moon akan menerima versi denuklirisasi dari Korut yang tidak seperti diinginkan oleh Washington.
Beberapa analis mengatakan, tidak realistis untuk percaya kalau Korut akan setuju untuk sepenuhnya meninggalkan program nuklirnya. Apalagi mereka telah berfokus pada pengembangan rudal yang mampu menyerang AS dan ini dilihat Kim sebagai hal penting bagi kelangsungan hidupnya untuk terus berkuasa.
Jika KTT dibatalkan atau gagal, itu akan menjadi pukulan besar. Sebab ini diharapkan akan menjadi pencapaian diplomatik terbesar dari masa kepresidenan Trump.
Leave a Comment